Tunas Bintang

tunas itu mau tumbuh …

kita bukanlah bintang jatuh
hanya dengan sambil lalu
bisa membuat kagum
dan mengabulkan harapan semua orang

kita tak seharusnya menjadi rembulan
hanya memantulkan sinar mentari
cemerlang saat purnama
sakit disaat sabit

kita harus jadi bintang
siap bersinar sepanjang hari
tegas menahan panas
cemerlang disaat terang
tegar dipusat revolusi

special to all permenekan leader ….

K4H2O

Merah begitu berani dengan kegarangannya
Jingga begitu segar dengan keceriaannya
Kuning begitu hidup dengan semangatnya
Hijau begitu teduh dengan kesejukannya
Biru begitu lembut dengan kehalusannya
Nila begitu perkasa dengan ketegasannya
Ungu begitu anggun dengan  kegelapannya

tapi …

Pelangi begitu mempesona dengan kebersamaannya
Karena bersama membuat hidup dinamis dan berwarna

— thanks for all K4H2O family —

Kamu dan kamu

terjawab sudah
satu pertanyaan susah
untuk siapakah aku menyembah
pada siapakah aku harus berserah

dulu, kuragu dengan niatku
dulu, kuragu dengan bacaanku
dulu, kuragu dengan sujudku
apakah benar untukMu

kini …
jelas sudah niat ini
jelas sudah rasa di hati
aku tahu Kamu disini

terima kasih untuk Kamu
juga untuk kamu
kebingungan tentang kamu
menjawab kebingunganku terhadap Kamu

aku berdiri untuk Kamu
aku bertakbir karena Kamu
aku bersujud dihadapanMu
akan selalu kuingat namaMu

kini … yang aku tahu
kamu adalah motivasiku
dan Kamu adalah tujuanku
kuberdoa kepadaMu yang terbaik untukmu

kamu

kenapa sekarang jadi begini
pikiran berputar tiada henti
meski kusadar hanyalah fantasi

aku hanya ingin seperti dulu
semua hanya tentang aku
tak ada pikiran tentang kamu

seperti lebah mendengung tak henti
berputar dikepala menusuk di hati
mampukah kuusir pergi ?

bukan ku tak mau
mencari dan menerima madumu
atau merasakan sengatmu

waktu mungkin lebih memahami
sebagai saksi yang pertama kali
biarkan aku mencoba lebih mengerti

Jika anaku sukses …

Mak …. smpy kok gk melu anak’e smpy ae … ?
pertanyaan itu dilontarkan kepada Mak  (lupa namanya)  penjahit yang bertempat di depan  YAPITA keputih.
dengan marah Mak itu menjawab “ngene lo Pak, smpy nek duwe anak terus anake smpy sukses, gelem smpy urip melu anake smpy ?”. “nggak” jawabnya.

kebetulan waktu itu aku lagi cuci sepeda motor di sana (Mak ini juga buka cuci sepeda motor) dan sekarang motorku jadi CLING …. 😀
saat ngobrol sama dia,  kutanyakan “Memang kenapa Mak ?”.  “ngene Dik …” mak itu ngomong. “masio anaku wes sukses, aku yo gk enak to urip nak omahe anaku, masio aku nak kene mek mangan jangan lodeh”.”aku pengene yo nak kene ae, engko nek anaku wes metu kabeh aku tetep nak kene, masio disambang nek pas aku loro, masio  anaku teko mek seminggu, aku yo gk po po”.”seng penting aku wes gk kepikiran anaku bakal mangan opo, soale wes urip enak”.(dari cerita beliau salah satu anaknya memang ada yang sukses, katanya bulan depan mo dipindah tugas ke inggris)

hiks … hiks … hiks … jadi teringat ibu tercinta. sebegitunya pengorbanan orang tua pada anaknya. meski anaknya sukses beliau gk minta imbalan apapun. yang jadi perhatiannya hanya  anaknya.
Ya Allah … peliaharalah kedua orangtuaku seperti mereka memelihara aku diwaktu aku kecil. amin

Kecelakaan Pertama … (semoga yang terakhir)

Akhirnya sampe juga di Jl. Manukan Tengah VIII 6H no. 13 Surabaya.
setelah muter2 hampir 1 jam dan tanya kanan kiri.

di depan rumahnya kutanyakan “permisi bu, mbak/bu Dian ada ?”
seorang ibu yang sedang hanyut dalam obrolan dengan teman sejawatnya, segera berteriak memanggil nama yang kucari. tanpa perlu menuggu lama mbak/bu Dian keluar dan segera memepersilakan saya masuk. rupanya dia asik ngejus didepan TV yang menayangkan VCD pembelajaran untuk Guru (kurang tau materi apa). Ya sekitar jumat lalu memang sudah kuketahui kalo mbak Dian adalah seorang guru SMA di jalan Undaaan. Dia juga sibuk ngelesi banyak murid SMA.

Rumahnya yang tampak awut2an, terlihat beberapa orang sibuk mencuci baju, bisnis laundry rupanya disini. untuk bisa duduk ngobrol di sofa saya harus menunggu dia memindahkan beberapa barang yang masih berserakan. berkali2 dia bilang “maaf ya rumahnya kotor, maaf masih semrawut” langsung kutanggapi “gk pa pa mbak sama aja dirumahku juga gini”, kutebak kalo mbak Dian punya keluarga besar minimal lebih dari 5 saudara. setelah kutanyakan, ya … saudaranya 8. dia yang tertua dan adiknya yang kedua laki2 seumuran denganku Handoko namanya.

Setelah ruang tamu sudah kondusif untuk menerima tamu. Mbak Dian mulai mbuka omongan, “ya …yak apa ya mas “, dgn senyum malu “aku gk bisa’an orangnya”, “ya nanti reparasi aja … ” belum seleseai ngomongnya handoko datang, besar tinggi dgn wajah mirip kayak mas abdul farid 2000 tapi agak putih. datang degan senyum dan menjabat tangan saya, “gimana mas ?”. tanpa basa basi langsung bilang “lebih baik kita sama2 ke bengkel aja mas, biar tau sama tau kena biaya reparasi berapa “.

sekitar hari kamis siang, pukul setengah satu, di depan Pusat Grosir Surabaya (Ps Turi baru). Motor seorang guru jatuh terserempet motor yang membawa kotak printer. ya … aku pengendara motor yang bawa printer itu. saat aku menyalip motor ibu itu tanpa sengaja kotak dibelakang yang saya bonceng mencolek setir kiri dari ibu guru tersebut. motor langsung oleng dan gedobrak… gedobrak, kepala ibu itu jatuh terlebih dahulu diikuti siku kirinya lalu kakinya. sang motor pun ikut-ikut mengikuti arah jatuhnya ibu guru tesebut, sempat terlihat totok sepeda motor itu menyentuh kepala sang ibu. tapi alhamdulillah dia pake helm standard yang gede, mahal n warna warni. ibu guru tersebut hanya luka lecet di siku kirinya.

seperti kecelakaan pada umumnyaa, semua orang disekitar langsung merubung dan menanyankan kondisi dan kronologis, mulai tukang becak,pedagang sampe preman pasar turi nimbrung(berarti masih banyak orang yang peduli ya ). masalahnya para preman itu terus menerus menanyakan dan mencari-cari kerusakan sepeda ibu tadi. dan langsung mengkalkulasi estimasi biaya penggantinya. padahal si ibu tadi masih bingung dan kaget, tapi ma orang2 disitu terus dihujani pertanyaan. gk pa pa mbak ?, kejadiannya gimaan mbak ?, mau polisi pa damai mbak ?, rusak apa aja mbak ?, dst …

mbak Dian (ibu yang kecelakaan) masih duduk termenung di sebuah becak, masih diam aja. akhirnya orang tersebut kudatangi dan kubilang “Pak janoen sek Pak, wes engko masalah ganti rugi aku tak omong2 ambek mbake, ojk ditakoi sek, sek bingung mbake”.
setelah udah sepi aku ngobrol ma mbak nya.

aku : “sepurane yo mbak yo … ?”
mbake : “iyo mas, tapi yo seng benjut aku iki …”.
aku :”wes yak opo enake mbak …”.
mbake : “nek awaku alhamdulillah gk po po mek beset2 iki tok(siku ma lutunya)”, “smpy arek endi ?”.
aku : “Gresik mbak …”.
mbake : “waduh … nak kene kerjo ta ?”.
aku : “kuliah Mbak nak ITS”.
mbake : “ooohh… mahasiswa”.
aku : “he’e …”.
mbake : “yo nek ngono, ngene ae smpy lak mhs. kan intelek ya ? aku yo guru. aku yo gk seneng atek repot-repot, yo wes smpy ganti ae rusake opo !”
aku : “waduh aku ra ngerti regan2ne motor mbak”
mbake : “podo aku yo ra ngerti, ngene ae aku njaluk tanda pengenalmu ?”
langsugn kuberikan KTP dan KTM, terus di catet ma mbaknya.
mbake : “no telpmu piro ?” langsung tak kasih
mbake : “wes ngene ae mas engko smpy dihub ambek adiku, engko itung2ane karo adiku ae”.
aku : “ooohh… ngono ta mbak? yo gk po po, sepurane lho mbak ? engko smpy hub aku ae”
setelah iku sama 2 naik motor n pergi.

malam harinya aku dapat sms yang isinya “mas ini adik Mbak dian yang kecelkaan tadi. saya undang mas ke rumah Jl. Manukan Tengah VIII 6H no. 13 Surabaya, kita ngomong disana” langsung ku bales “Iya mas besok aku kesana, sekali lagi saya minta maaf sama mbak dian” langsung di bales ma dia “terima kasih atas niat baik smpy, kesininya jangan besok karena kami gk ada di rumah hari minggu ato senen aja”.

dan pada hari senen aku meluncur ke Jl. Manukan Tengah VIII 6H no. 13 Surabaya.

what I find, what I feel, what I think